Kantor Perwakilan Kemenkeu Yogyakarta Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional

Yogyakarta, 21 Mei 2018 telah dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di halaman Gedung Keuangan Negara Yogyakarta.
Tema yang diusung adalah : Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital.
Pada kesempatan ini dibacakan pula sambutan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Beberapa poin penting dari sambutan tersebut adalah :
1. Kita harus mampu menggunakan seluruh daya dan pikiran kita untuk menggunakan instrumen keuangan negara bagi perbaikan kecerdasan dan kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan peningkatan martabat dan budaya bangsa kita.
2. Tantangan dan persaingan global tidaklah semakin mudah. Jajaran Kementerian Keuangan harus mampu mempersiapkan dan menjawab tantangan zaman kini dan ke depan dengan cara terus belajar dan mencari inspirasi dari semangat juang para pendahulu kita dan mengadaptasikan dalam konteks dan situasi saat ini.
3. Di era digital saat ini, di mana informasi mudah diperoleh dan dibagikan, seluruh jajaran Kemenkeu dituntut untuk membekali diri dengan ilmu, informasi pengetahuan mengenai berbagai issue terutama jati diri dan prinsip bernegara.
4. Cerdas dan bijaksanalah dalam menangkap dan membaca informasi yang didapat dari situs berita maupun media sosial, dalam memilah informasi yang akan dibagikan, dan manfaatkan era digital ini untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, maupun berpikir kiritis untuk perbaikan dan terus menebar perdamaian dan kesatuan bangsa Indonesia.
5. Para pegawai Kementerian Keuangan diharapkan dapat menjadi pribadi penyebar informasi yang akurat, kredibel, dan penebar persatuan dan menjunjung tinggi toleransi antara umat dan bangsa.
6. Berkontribusilah dalam menyuarakan kebijakan fiskal dan kekayaan negara. Jadilah suara-suara positif bagi institusi untuk membela dan menjaga martabat Kementerian Keuangan. Indonesia terlalu penting untuk dipecah belah dengan pikiran yang terkotak-kotak.
7. Hidupkanlah semangat dan jagalah komitmen kita untuk menjaga nilai-nilai Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan juga berharap agar para pegawai Kementerian Keuangan dapat menjadi contoh dan tauladan masyarakat dalam mencintai negeri ini.

Penggagalan Penyelundupan Narkotika Melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta

YOGYAKARTA, 15 Mei 2018 – Jumat,4 Mei 2018,pukul 17.15 WIB Petugas Bea Cukai yang bertugas di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Adisutjipto telah melakukan penindakan terhadap seorang penumpang Air Asia dengan nomor penerbangan AK348 rute Kuala Lumpur- Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan perilaku penumpang didapati seorang penumpang berinisial ‘RIP’ (34) dengan nomor paspor B5795273 berkebangsaan Indonesia melakukan gerak gerik yang mencurigakan. Berdasarkan pemindaian dengan mesin X-ray, pemeriksaan barang bawaan, dan pemeriksaan badan didapati sebuah paket yang disembunyikan secara melawan hukum dalam pembalut wanita yang dipakai berisi serbuk kristal berwarna putih.

Selanjutnya ‘RIP’ bersama barang bukti dibawa oleh petugas Bea Cukai dibantu oleh Petugas Lanud AAU Adi Sutjipto dan Pegawai Angkasa Pura I (Avsec) ke KPPBC TMP B Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal menggunakan narcotest, barang tersebut teridentifikasi sebagai Methamphetamine (Shabu-shabu) dengan berat kotor 562,6 gram (lima ratus enam putuh dua koma enam gram). Untuk memastikan bahwa barang tersebut termasuk dalam jenis Methamphetamine, Bea Cukai Yogyakarta telah mengirim contoh barang untuk dilakukan uji laboratorium dan pemeriksaan ke laboratorium Bea dan Cukai Tanjung Emas dan diperoleh kesimpulan hasil pengujian dan identifikasi barang berupa Methamphetamine yang termasuk dalam narkotika golongan I.

Bea Cukai berkoordinasi dengan Dit.Reserse Narkoba Polda D.I.Yogyakarta untuk melakukan pengembangan kasus penyelundupan narkotika tersebut. Terhadap tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut.

Kegiatan pemasukan (importasi) barang larangan tersebut melanggar Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Sosialisasi Ketentuan Barang Bawaan Penumpang

Yogyakarta, 30 Januari 2018 – Bertempat di Aula KPPBC TMP B Yogyakarta telah dilaksanakan Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang dibawa oleh penumpang dan Awak Sarana Pengangkut. Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Teknis Kepabeanan ini, dihadiri oleh 10 KPPBC yang mengawasi Bandara Internasional yang terdapat penyelesaian impor dan ekspor barang melalui Barang Bawaan Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.
“Peraturan ini terbit sebagai wujud penyederhanaan regulasi dan peningkatan layanan kepada masyarakat” ungkap Kepala Subdirektorat Ekspor, Mira Puspita.

Sosialisasi Identifikasi Pita Cukai

Yogyakarta, 25 Januari 2018
Bertempat di aula KPPBC TMP B Yogyakarta telah dilaksanakan Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2018.
Sosialisasi yang diikuti oleh seluruh kantor pengawasan di wilayah Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY ini dilaksanakan dengan system ToT (Training of Trainers). Selain sosialisasi mengenai desain Pita Cukai Tahun 2018, peserta sosialisasi juga berkesempatan untuk praktik mengidentifikasi secara langsung keaslian pita cukai desain tahun 2018.
Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta dapat memahami desain pita cukai tahun 2018 dan dapat mengidentifikasi keasliannya.
#beacukaijogja #beacukai

Apakah Semua Barang Bebas Dimasukkan ke Indonesia

Lur, apakah kamu pernah mendengar kata “LARTAS” lartas merupakan singkatan dari ketentuan larangan dan pembatasan. Singkatnya, bahwa tidak semua barang dapat bebas untuk diimpor ke Indonesia, terdapat beberapa komoditi barang yang dibatasi bahkan dilarang untuk masuk ke Indonesia.

Terus min, gimana kita bisa tahu barang yang kita kirim termasuk kategori dibatasi, dilarang atau dibebaskan?

-Nah, Sedulur dapat mengecek apakah barang yang akan sedulur impor dari luar negeri termasuk kategori Lartas atau Bebas pada laman eservice.insw.go.id. Pada laman tersebut sedulur dapat mengetahui rincian Bea Masuk, dan Pajak dalam ranga Impor yang harus dibayar, Tarif Preferensi dan juga ketentuan Lartas, baik Lartas Impor maupun Lartas Ekspor. Untuk barang yang termasuk dalam kategori dibatasi sedulur harus mendapatkan izin dulu dari Instansi Teknis terkait, contohnya seperti Kosmetika dari Badan POM, Hewan dan tumbuhan dari Karantina, dll.

Siapa yang dapat memberi contoh, barang apa yang dibatasi untuk masuk ke Indonesia???

#beacukai #beacukaijogja #SliramuKuduNgerti